Dugaan Skandal Proyek Listrik Desa (Lisdes) : Isu Lobi Jabatan dan Aliran Dana Bayangi UP2K Kapuas Raya - Pangkal | Awal dari Setiap Cerita

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

logoblog

Dugaan Skandal Proyek Listrik Desa (Lisdes) : Isu Lobi Jabatan dan Aliran Dana Bayangi UP2K Kapuas Raya

Minggu, 31 Mei 2026
 





PANGKAL.id //
KAPUAS RAYA — Pelaksanaan proyek Listrik Desa (Lisdes) di wilayah Kapuas Raya tengah disorot menyusul mencuatnya dugaan skandal yang melibatkan pengaturan anggaran dan lobi-lobi jabatan. Isu ini menyeret seorang figur yang kerap disebut sebagai "Duta Listrik" berinisial ED


Berdasarkan informasi yang beredar, E diduga melakukan sejumlah manuver untuk mendapatkan akses terhadap data-data strategis kelistrikan dan menggeser pos anggaran proyek kelistrikan. Untuk memuluskan aksi tersebut, disinyalir terdapat aliran dana yang masuk ke lingkungan Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Kapuas Raya.


Mengeklaim Kedekatan dengan Pejabat Pusat


Dalam melancarkan lobi-lobinya, E dikabarkan kerap membawa-bawa nama pejabat di tingkat pusat. E disebut-sebut mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Klaim ini diduga digunakan sebagai alat tawar (bargaining power) untuk meyakinkan pihak-pihak terkait di daerah agar memuluskan agendanya.


Beredarnya Bukti Percakapan dan Lobi Jabatan


Dugaan skandal ini semakin menguat setelah beredarnya sejumlah tangkapan layar (screenshot) percakapan yang mengindikasikan adanya praktik lobi-lobi jabatan.


Beberapa poin penting dari bukti percakapan yang beredar meliputi :


Komunikasi Internal UP2K : Terdapat rekaman percakapan antara E dengan salah satu staf UP2K Kapuas Raya berinisial RS. Isi obrolan tersebut secara spesifik menyinggung pengaturan dan lobi-lobi jabatan di instansi tersebut.


Keterlibatan Vendor Lokal : Ditemukan juga bukti obrolan antara E dengan salah satu vendor lokal kelistrikan. Dalam obrolan itu, terdapat foto RS yang dikirimkan beserta narasi percakapan yang kembali membahas soal lobi jabatan.


Motif Keuntungan : Dalam rentetan pesan tersebut, tersemat pernyataan "yang penting cuan", yang mengindikasikan bahwa manuver pengaturan posisi dan anggaran tersebut didorong oleh motif keuntungan finansial sepihak.


Menunggu Klarifikasi


Hingga berita ini diturunkan, status informasi masih berupa dugaan kuat yang didasarkan pada beredarnya tangkapan layar obrolan tersebut. Belum ada pernyataan dan klarifikasi resmi, baik dari pihak E, staf berinisial RS, maupun perwakilan manajemen UP2K Kapuas Raya mengenai isu aliran dana dan lobi jabatan ini.


Diharapkan pihak berwenang serta pengawas internal institusi terkait dapat segera menelusuri dan memberikan transparansi kepada publik, agar tata kelola proyek kelistrikan desa dapat berjalan bersih, profesional, dan sesuai dengan peruntukannya bagi masyarakat luas.


Editor : Lepinus


Tim Red